9 Most Important Quotes You Need to Know About Prophet Muhammad S.A.W.
August 15, 2008 // No Comments
Just read a very interesting article from Wid Brilliant about Prophet Muhammad. It’s so good and “BLINK!” me a lot so I just had to make a copy here…
Thanks a lot to Dedi Setiawan for introducing me the word “BLINK”, and Parama Danoesubroto for reminding me (again!) about this theme.
Of course *BIG* Thanks to the original writer(s)!
What prominent people say about Rasullullah Muhammad S.A.W, PBUH [Peace Be Upon Him]
Citra baik Muhammad mengalahkan ketenaran raja-raja. Nabi yang diutus Tuhannya ini melakukan pekerjaan sehari-hari. Beliau menyalakan api, menyapu, memerah susu kambing, dan menambal sendiri sepatu dan pakaiannya yang terbuat dari wol. Seakan menolak pencitraan dirinya sebagai seorang pertapa suci yang diagungkan, ia menjalani hidup seperti seorang bangsa Arab dan seorang prajurit - dengan sedikit makan. Dalam suatu acara yang hikmat, Beliau menjamu para tamunya dengan cara sederhana dan penuh keramahan. Namun dalam kehidupan pribadinya, minggu-minggu terlewatkan dengan serba kekurangan di dalam rumahnya. Beliau tidak mengenal anggur dalam kebiasaan hidupnya. Rasa laparnya cukup terpuaskan oleh sepotong roti: Beliau merasa amat bahagia dengan seteguk susu dan madu, sebab kurma dan air adalah menu sehari-harinya.
–[Edward Gibbon, The History of the Decline And Fall of The Roman Empire, Vol. VI, London: The Folio Society, p.264.]
Dia adalah kepala negara sekaligus pemimpin agama, dia adalah Kaisar dan Paus jadi satu. Tapi, dia adalah Paus tanpa kekuasaan kepausan, dan Kaisar tanpa pasukan kekaisaran, tanpa bala-tentara yang siap tempur, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pemasukan yang tetap. Jika ada seorang manusia yang berhak untuk menyatakan bahwa ia memerintah atas perintah Ilahi, maka itu adalah Muhammad, karena ia memiliki seluruh kekuasaan tanpa perangkat dan pendukung yang dibutuhkan bagi sebuah kekuasaan seperti itu.-[Bosworth Smith, Mohammad and Mohammadanism, London , 1874, p. 92.]
Adalah tidak mungkin bagi seseorang yang mempelajari kehidupan dan karakter seorang Nabi besar dari bangsa Arab itu - yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan menjalani hidup - hanya akan tiba pada sekedar rasa hormat saja atas kemuliaan Nabi yang menakjubkan ini, salah seorang utusan Tuhan yang teragung. Dan walaupun dalam karya-karya saya yang mungkin dikenal banyak orang, saya menulis banyak tentangnya tetap saja ketika saya membacanya berulang kali, rasa hormat, penghargaan dan takjub saya tak pernah ada habisnya bagi mahaguru dari bangsa Arab itu.–[Annie Besant, The Life and Teachings of Muhammad, Madras,1932, p.4.]
Saya ingin mengetahui tentang manusia paling berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia… Saya semakin bertambah yakin bahkan kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang. Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, ketidaktakutannya, keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya. Inilah semua dan bukanlah jalan pedang yang mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika saya menyelesaikan Bab ke-dua dari biografi sang Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi kehidupan agung lain yang bisa saya pelajari.–[Mahatma Gandhi, Young India , 1922.]
Menurutku, Muhammad adalah seorang lelaki biasa. Dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia buta huruf. Kita membicarakan masa 1.400 tahun yang lalu. Dimana seorang yang buta huruf membuat pernyataan-pernyataan menakjubkan, yang secara ilmiah luar biasa akurat. Saya secara pribadi tidak bisa melihat hal ini sebagai sebuah kebetulan belaka. Terlalu banyak akurasi yang dia berikan, seperti Dr. Moore, saya tidak punya keraguan dalam fikiran saya bahwa adalah wahyu Tuhan yang membimbing Muhammad dalam membuat pernyataan-pernyataan itu.– [Dr.TVN Persaud, Profesor Anatomi, Ahli Kesehatan & Penyakit Anak. Mempublikasikan lebih dari 181 tulisan ilmiah. Th.1991 menerima penghargaan tertinggi bidang Anatomi di Kanada.]

Dari penelitian-penelitian saya dan apa yang telah saya pelajari dari konferensi ini, saya percaya bahwa segala yang telah ditulis di Qur’an 1.400 tahun yang lalu adalah kebenaran yang dapat dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Karena Muhammad tidak dapat menulis dan membaca, Muhammad pastilah seorang utusan yang menyampaikan kebenaran yang diwahyukan kepadanya sebagai pencerahan dari yang Maha Pencipta. Sang pencipta ini pastilah Tuhan, atau Allah. Karena itu, saya rasa inilah waktunya saya mengucapkan “Laa ilaaha illallah, dan tidak ada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah, ‘Muhammad Rasool Allah’, Muhammad adalah utusan Allah … –[Profesor Tagata Tagasone, Mantan Kepala Fakultas Anatomi dan Embriologi di Universitas Chiang Mai, Thailand.]
Apabila tujuan yang luar biasa besar, dengan bekal memulai yang amat minim, dan hasil yang juga luar biasa besar, adalah tiga syarat untuk seseorang disebut jenius, siapa yang berani membandingkan manusia hebat mana pun dalam sejarah modern ini dengan Muhammad ? Orang-orang yang paling terkenal hanya menghasilkan senjata, hukum dan kekaisaran. Mereka menemukan tak lain hanya kekuatan material yang seringkali lenyap begitu saja di depan mata. Orang ini (Muhammad) tidak hanya mengendalikan pasukan, undang-undang, kerajaan-kerajaan, orang-orang dan dinasti, tetapi jutaan manusia di sepertiga dunia yg dihuni masa itu; dan lebih dari itu. Dia menggoyangkan altar-altar, dewa-dewa, agama-agama, ide-ide, kepercayaan- kepercayaan dan jiwa manusia…keuletannya untuk mencapai kemenangan, tekadnya… kesemuanya semata dicurahkan untuk satu gagasan mulia, dan sama sekali bukan untuk membangun sebuah kekaisaran. Doanya yang terus-menerus, wahyu yang dia peroleh dari Tuhan, kematiannya dan pencapaiannya setelah kematian, semuanya ini tidak lain membuktikan pendiriannya yang gigih, yang memberikannya kekuatan untuk menegakkan sebuah ajaran. Ajaran ini ada dua sisi : Keesaan Tuhan dan Tuhan sebagai dzat yang immaterial. Ajaran yang pertama manjelaskan tentang apa Tuhan itu, ajaran kedua menjelaskan tentang apa yg bukan Tuhan. Yang pertama menghancurkan tuhan-tuhan palsu melalui perlawanan, yang kedua menjelaskan tentang Tuhan melalui kata-kata.
Filosof, orator, rasul, pembuat undang-undang, pejuang, pencetus ide-ide, pelestari ajaran yang rasional dan keyakinan tanpa simbol-simbol, pendiri duapuluhtiga kerajaan dengan satu agama, itulah Muhammad. Dengan menggunakan standar manusiawi apa pun, kita boleh bertanya, adakah orang yang lebih hebat dari dia ?-[Alphonsso De Lamartine (1790-1869), Lamartine, Histoire de la Turquire, Paris , 1854, Vol. II, pp 276-277.]

Muhammad yang dulunya seorang bocah dan pria muda yang gelisah telah menjadi Muhammad Sang Nabi. Berkat kepatutan pendekatan, baik secara pribadi, agama maupun sosial, pesannya disambut dengan penuh semangat oleh sekelompok kecil orang yang selanjutnya menjadi sahabat setia. Kelompok ini kemudian menjadi sebuah komunitas, komunitas agama. Di Madinah, Muhammad menemukan dirinya dalam situasi yang memungkinkan - bahkan mengharuskan dia melakukan perjuangan untuk memperoleh kekuasaan di daerah oase itu…Lima tahun kemudian setelah peristiwa hijrah, kelompok tadi telah mentransformasikan dirinya menjadi sebuah negera yang dihormati oleh para tetangganya…
Sejarah, dan khususnya sejarah Islam, mengenal para tokoh pembaharu lainnya di bidang agama, yang memiliki posisi untuk memainkan peran politik. Namun sering mereka terbukti tak mampu beradaptasi pada bekerjanya kekuatan-kekuatan “political interplay” yang ada. Mereka telah gagal bertindak pada saat dan tempat yang diperlukan, mereka tidak tahu cara bagaimana “membaca” berbagai tujuan jangka panjang, dan juga tidak berhasil menjalankan kegiatan praktis yang terus-menerus dapat berubah, untuk memenuhi kebutuhan yang juga terus-menerus berubah sesuai kebutuhan pada saat itu juga. Terkadang para pemimpin agama itu pun harus bekerja sama dengan orang yang memiliki kepiawaian menyiasati - yang tinggi tingkat kesulitannya - dan yang mampu mewujudkan rencana-rencana. Tetapi Muhammad menemukan dalam dirinya semua hal itu: dia memiliki semua bekal yang dibutuhkan untuk memenuhi peran gandanya tersebut. Di Medina, sang penyeru kebenaran abadi tersebut telah muncul pula sebagai seorang politisi yang ulet dan handal. Mampu mengendalikan perasaannya dan tidak memperbolehkan perasaan tersebut terlihat kecuali pada waktunya yang tepat. Mampu menunggu sekali pun untuk waktu yang lama, dan bertindak cepat jika saat yang tepat datang… Dengan cara yang sama - sebagian besarnya - dia juga telah membuk tikan dirinya sebagai jendral piawai, yang mampu dalam merancang peperangan secara cerdik, dan mengambil langkah tepat yang diperlukan di setiap pertempuran.-[Maxime Rodinson, Muhammad, diterjemahkan dari bahasa Perancis oleh Anne Carter, London .]

Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada bangsa Romawi, Muhammad kepada seluruh dunia. Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang sifat tuhan bapa, tuhan anak dan roh kudus… Muhamad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak, and that Trinity has been deteriorated with misleading ideas.. .

Muhammad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum muslimin dapat menguasai separoh bola bumi. Jiwa manusia yang mereka selamatkan, berhala-berhala yang mereka hancurkan. Dan tempat-tempat pemujaan yang mereka runtuhkan selama 15 tahun, jauh lebih banyak dibanding dengan yang pernah dilakukan para pengikut Musa dan Isa selama 15 tahun. Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkan itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin dia sudah dipandang sebagai dewa. Ketika dia muncul, bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam perang saudara.-[Napoleon Bonaparte (Napoleon I), (1769-1821) :Tokoh penting Perancis, panglima perang kenamaan, pendiri imperium Perancis, banyak negeri yang telah ditaklukkan. Kata-kata Nalopeon pernah disitir oleh seorang penulis bernama Cherfils dalam bukunya berjudul Bonaparte et l’Islam
Setelah banyak mempelajari, menekuni dan mengkaji semua segi ajaran Islam, dan setelah membanding-bandingkan dengan agama lain, akhirnya Prof. Dinet memeluk Islam. Hingga akhir hayatnya ia tetap sebagai muslim yang baik. Setelah menunaikan ibadah haji, dia menulis buku khusus dengan cara yang sangat indah dan menarik : Indah susunan kalimatnya, jauh jangkauannya, kuat argumentasinya dan mudah dicerna karena gaya bahasanya yang sederhana. Dialah yang dengan tegas mengalamatkan kata-katanya kepada H.A.Lamens, pendeta Nasrani, pengarang, yang mana dalam semua karyanya mengenai Islam. Dan tidak pernah jemu menyerang Islam juga nabi yang membawa ajaran Islam. Kepada Lames itulah Dinet berkata :”Kami berada di suatu lembah, dan tuan berada di lembah yang lain”.Lebih jauh beliau mengatakan :”Kesalahan orang Eropa (barat) yang sangat fatal ialah, karena mereka mengkaji dan menganalisa kehidupan Muhammad dengan cara menurut tabiat orang barat, padahal Nabi Muhammad bukan orang barat. Lagi pula logika barat tidak mungkin mendatangkan kesimpulan yang benar jika digunakan untuk memahami sejarah kehidupan para Nabi & Rasul yg mana kesemuanya adalah orang Timur.
Prod.Dinet kemudian menyebut barisan nama kaum orientalis fanatik yang anti Islam, antara lain : H.A.Lamens, Dozzy, Noldeke, Goethe, Sprenger, Grimme, Snouck Horgronye, dll. Setelah meneliti pendapat mereka, Prof.Dinet mengatakan :”Apabila kita perhatikan pendapat mereka, baik yang berkebangsaan Perancis, Inggris, Belanda, atau yang lainnya; maka kita temukan pendapat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain, hingga orang tidak dapat memilih mana yang benar, karena semuanya jauh menyimpang dari sumber-sumber riwayat yang benar”.
taken from:
http://labbaik.multiply.com/journal/ item/264? mark_read= labbaik:journal: 264
diketik ulang dari : “Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW”, HMH.Al Hamid Al Husaini, Yayasan Al Hamidiy Jakarta, cetakan kelima, 1995, hal:936-953)
Note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 022/th.02/Rabi’ ul Awwal-Rabi’ul Tsani 1427H/2006M
Top 9 Habits of Highly Successful Entrepreneurs
August 15, 2008 // 1 Comment
Parama W. Danoesubroto, a friend of mine, recently shared a bit of his vast business-savviness. It’s great enough that I’d like to share it here, both with my future self and with you the cool person (yes! YOU) who read this blog. Extra-gladly he’s willing to license his ideas as Creative Commons (oh so geeky!).
So, from this point below it’ll be his words, not mine:
Here’s what I’ve learned if I wanted to keep on continuing to be an entrepreneur.
These are just my values that I keep for myself. This might not apply or be true to other people.
- Stay Positive. And keep positive people around you, stay away from people who is negative. Choose your surroundings wisely.
- Embrace Failure. Failure is the best lesson in life.
- Always Listen to what other people have to say. But of course you have to carefully judge if it applies to your situation or not.
- Live BELOW Your Means. If you make $10 dollars and you can live on $1: do that. Because you never know what the next quarter or the next month will bring. Have enough buffer so that even if your business goes up and down, your lifestyle is the same.
- Tell Other People About Your Goal and Aspiration. This is important, because once you tell people about what you want to be… and not ashamed about it. Its like promising to them that you’ll reach that goal–and that makes you motivated because you don’t want to break that promise. But you have to be careful here, because you have to have such an idealist mindset that you need to embrace temporary setbacks and failures.
- Success is NOT a Result. Although society perceive it that way.All we have to do is try our hardest, and keep on trying and trying, and when the time comes, God will give us the result.
- Have a Goal That’s High Enough That You’ll Never Reach Them. Because I see that if you have a low goal, the day that you reach them is the day of your decline. For example if your goal is to have a Ferrari, then when you have it… you wouldn’t have the same drive and motivation as when you didn’t have it.So we need to set ourself up so that we stay Zuhd. To have wealth but doesn’t feel that we have it, to have intellect but don’t feel that we have it, etc. To drive a Ferrari one day, and to drive a Metro Mini another day… our heart stays the same. No pride, no arrogance, no shame, no low self esteem.
- Delayed Gratification (editor’s note: Mr. Jaya Setiabudi also said this, a tip I remember very dearly). You don’t have to have the things you want now. You don’t have to upgrade your lifestyle as soon as you have money. Delayed gratification is actually a fuel to fuel our stamina. The more you wait for something, the more intense you feel about wanting it. You can then channel it to drive you forward.
- Be EGO LESS. You are never the most intellegent, the most wealthy, the most handsome person in the world. There is always someone better than you. Without ego, you can grow to be a better human being faster. Without ego, you can think objectively about many things in life or business, or etc. Without ego, you take criticism well and be able to improve yourself. People would then like you more because they have less pressure when they’re around you. And without ego, you enjoy life more because you got no pressure on yourself.(alias anti gengsi)I’d like to say that Social Status is a trap…Social Status is Prison
You don’t want to be in a situation where you are expected by society to dress a certain way, drive a certain car, when in your heart you don’t want to.
There is someone I know, that bought a luxury car.And then he starts feeling that his clothes are not up to par with his car. So he bought nicer clothes. And he bought nicer things.
When his business went down, he can’t downgrade; cause……who want to drive a luxury car and work at a McDonald’s right?
So he was feeling a high amount of pressure.
So NEVER be in that position… Jangan kaya OKB (orang kaya baru)
Organization-based Programming
April 2, 2008 // No Comments
Proposal: *
Organization-based programming = Organize agents, objects, and messages exchanged between them, to work on a goal or a process (i.e. “desired outcome”).
Inspiration:
Lemmings, DNA, construction sites, Impossible Creatures.
Definitions:
- Agents are actors that have less predictable behavior.
- Objects are actors than have predictive behavior.
- Both agents and objects are actors.
- Actors can send and receive messages.
- Messages contain content and language. Message content, can be actors themselves (meaning code, not just data).
- Note: No notion of “interpreters”. Interpreters are just strictly behaved objects that, given a message that is source code, executes the parts of the message on behalf of the message author, or itself (depending on privileges etc.).
Actor attributes:
- Smartness: Smart (less predictable behavior) vs. Dumb (predictable behavior). Objects are strictly dumb actors.
- Activeness: Active (continuously running) vs. Passive (runs when called by a thread scheduler).
- Initiativeness: Initiative (does operations even without prior command) vs. Reactive (requires command).
- Collaborativeness: Social (works with others) vs. Individual (does things internally)
- Memory: Mindful (stores experience) vs. Forgetful (always have a blank state).
Example
Agent A is a view mediator. Given a message content that has data and view destination, the agent needs to modify the view so it will display data. For now, agent A only knows how to handle the DataGrid destination.
Then comes a message that specifies a ListBox destination. Agent A is “confused”, so it needs to learn how handle a ListBox destination, or “throw an Exception” (which means sending a message back to the caller, if known, or simply “yelling” or “complaining”), which may or may not force it to learn ListBox handling anyway.
Agent A starts its lifetime with a job that is handling a message of type array of specific type, and passes it to a specific view component. Over time, it evolves to be a smart agent, to be “mediator” in a higher sense, that can handle more varyings kinds of data, and more varying kinds of view destinations.However, basically, agent A is still a mediator (as its “DNA”).
Memory vs. State
In this scheme of organization, the traditional object-oriented concept of “state” is not recognized
What’s recognized is memory, which is an abstract concept of a collection of experiences. An experience is defined as a way to handle a particular message, and its outcome.
* This proposal may be considered hypothetic, fictive, ridiculous, or simply imaginary.
PS:
Possible additional attributes from MyPersonality.info Personality Tests:
There are 16 distinct personality types, each belonging to one of four temperaments as organized by David Keirsey.
| Protectors (SJ) | Creators (SP) | Intellectuals (NT) | Visionaries (NF) |
Preferences
Functions
Semantic Thoughts on Model, View, Controller (MVC)
March 31, 2008 // 1 Comment
Semantic Web is a technology family (or, a disparate set of sometimes non-related technologies) that allows computing applications to understand each other. It has the potential of transforming the way we do computing in the very near future… and power to make software developers’ lives easier.
I’ve been having lots of random thoughts about how to connect independent apps to work, talk, and walk together. Several components need to be identified. I call them Actors, Messages, and Translators.
Actors are objects that can perform actions, in the traditional OO sense it has state and behavior. In Java EE or SOA they might be called stateless or stateful session beans. We can consider a web browser and a web server both are actors. The model, view, and controller in an MVC app are all actors.
To communicate with other actors, one sends a Message to each other. Traditional messages don’t have any behavior, and I’d rather think not (at least for the moment). Messages are basically data, but to be useful as “information”, it has to have content, and language. Examples of “languages” in this sense are Atom and RDF.
It can also have a message header, message envelope, or metadata, or a schema. However, I don’t consider those as “language”, because languages are identifiable, and can be inferred from message content (with some effort), while a metadata is usually not. For example, given an document, a script can be written to determine if it’s in Atom format. However, given a message body, it’d be though to determine its title or creation date if it’s not inscribed the message itself (somewhere).
Metadata, headers, and schemas also have languages. Therefore, actors need to understand these languages (as well) in order to process a document/message. In addition, languages themselves need to be know, not necessarily understood. A bit like saying, “I know you’re talking in Turkish, but I can’t understand what you’re saying. But at least I know you use Turkish.” Getting an actor to know what language a message is made of is a useful thing, as we’ll see later. A kind of universal language identifier is MIME types. If it can be inscribed somewhere of inferred in the message, the actor will at least know the next step of interpreting the message; if not, then it’d be much tougher.
Someone that can make two actors communicate in different languages is needed, Translator. They take a message from one actor, does whatever it takes to get the other party to understand this message. An example of a translator in the computing world is Mule, Apache Synapse, and OpenESB.
Actors need to agree upon use of translators, at least one of the parties and preferably both parties. Security is paramount when using translators. Messages may or may not be translated in full to translators. Partial translation shall be possible, i.e. translating parts of a message that the actor doesn’t understand, but not the entire message.
Translator may also gain non-repudiation privileges, and may perform limited set of actions on behalf of the requesting actor. Think of it as your lawyer.
Overall, some kind of cryptosystem is needed between the actors and translators. Otherwise, this kind of distributed knowledge architecture has lots of security holes of varying severities.
So, where do we start?
NVidia NForce 610i / GeForce 7050 in Ubuntu Gutsy 7.10
March 22, 2008 // 3 Comments
We recently upgraded a server from a Jetway P4M9AP motherboard to a Zotac N73V-AC7V, which is actually very good… except that they (the motherboard, NForce 610i chipset, NVidia GeForce 7050 integrated graphics adapter/VGA, sound) doesn’t work out of the box with our Ubuntu Gutsy 7.10.
Fortunately, there is a solution: nForce 610i : audio and nVidia graphic drivers How-to, that actually works. Now we’ve got screamingly fast display (although we rarely use it… it’s a server anyway) and a working sound card.
Here’s and HOW-TO make work audio, video proprietary drivers for the motherboard GA-73VM-S2 that has nforce 610i chipet with GeForce 7050 graphic card. Maybe this will work for other motherboards that has nforce 610i.
AUDIO
First, with the fresh install of download ubuntu 7.10, the audio did not work. I made all the updates of ubuntu over internet and after I did the code proposed by Temüjin :
Code:
sudo update-pciidsI also ran the scripts proposed by Temüjin:
http://ubuntuforums.org/showpost.php…4&postcount=24
I’m not sure what of these did fix my audio but know it works!GRAPHICS
After that, I had a problem to set the native resolution. I have a wide screen monitor that runs with 1440×900 but with the vesa graphic driver, when I tried to set to 1440×900, it did not work. When I tried to install the restricted driver with the graphical utility in System/Administration/Restricted Drivers Manager the display manager did not work. So here’s how to make nVidia drivers work :
First uninstall the nVidia drivers provided by the Restricted Drivers Manager.
After go to http://www.nvidia.com/object/unix.html. Select Linux IA32 latest version if you have 32bits distribution or AMD64 if you have ubuntu AMD64. Download and save it on your desktop.
Go where you saved the file and right click on it, select propreties. Go into permissions and mark the box “Allow executing file as a program”.
Now you have to close your display manager. Close all you programs, log out and press ctrl+alt+F1. You will enter in a console that is not on the display manager. Log with your normal user and password.
First close your display manager. Type :
Code:
killall gdmreplace gdm by kdm for KDE display manager.
Go to the directory where you saved the nVidia driver for linux. Type :
Code:
cd Desktopand then
Code:
sudo sh NVIDIA-Linux-x86_64-169.12-pkg2.runverify the version that is written. If the version is different, change it on the command above. To see the files you have in the directory you are, type “dir”.
Now follow the step by step installer. At the end it is asked if you want to configure your xorg.conf. Say yes, this will select the nvidia driver. Now nVidia driver is installed!
When you return to the console type:
Code:
sudo gdmYou should see the nVidia logo before the login screen.
Enjoy!
NOTE: the new nVidia drivers from their web site were uploaded by nVidia on the February 26, 2008.
There is also a detailed thread, nForce 610i chipset not supported, about this issue, and a Ubuntu bug report: NVIDIA GeForce 7050 onboard VGA on nForce 610i unsupported.










