Kita Butuh Musuh, Lho!

Sebelumnya saya sempat menulis mengenai I Love Satan.

Sekilas kata-kata tersebut memang sangat aneh, kontroversial, bahkan menjerumuskan… dan memang niat saya memberi kesan seperti itu. ๐Ÿ˜‰

Mungkin ada yang masih bingung kenapa ada manusia yang berpikir seperti itu…

Untungnya, kebetulan ada sebuah artikel dari Mugi Subagyo tentang Seni Berpikir Terbalik: Kita Butuh Musuh (blogger). Cuplikannya:

Bagaimana bisa enak menyaksikan pertandingan sepak bola, jika kedua kesebelasan tersebut berteman, sehingga tidak ada keinginan untuk menciptakan sebuah gol yang dapat menaklukkan lawannya? Apa yang kita banggakan dari sebuah prestasi di sekolah misalnya, jika muridnya cuma satu orang? Bagaimana bisa menjadi yang tercepat, terbaik, terindah, jika tidak ada memiliki musuh sebagai pembanding?Jadi, mari kita ciptakan musuh kita (bukan cari musuh). Jika Anda pemeluk agama yang taat, setanlah musuh Anda.

Truly agree!

Saya belum pernah baca tulisan beliau sebelumnya, dan kita juga belum pernah ketemu, tapi entah kenapa Pak Mugi ini sepertinya bisa membaca pikiran saya… ๐Ÿ™‚ (mungkin lebih baik dari orang yang sudah kenal saya, hihihi ๐Ÿ™‚

Like this article? Please share this article with others:

Disclosure: I may get a smallย commission if you buy certain products linked in this article. However, my opinions are my own and I only promote the products and services that I trust.

Posted in Creative Ideas, Customer Relationship, Marketing, News, Productivity Tips.