Ya Allah...

"I could've spent more time worshipping You…"

Ya Allah...

SacredLearning.org is an Islamic web site Parama Danoesubroto recently shared with me which, among other useful materials, contains general talks by Shaykh Husain Abdul Sattar (as freely downloadable audios).

Parama initially made me interested with a talk titled “Wisdom of Wealth” which is excellent.

I begin to listen to the other talks. Actually I dutifully enjoy his talks that my laptop is continuously downloading all of the rest of the talks (including the right-on-time Ramadan classroom) using my trusty DownThemAll. 😉

And then I struck gold, in Muraqabah – Step by Step Approach:

… Ya Allah, You made the night so short. If You’ve made it longer, I would’ve been able to spend more time worshipping You …

That passage, perhaps exclusively that passage, was so personally intense to me that I started to cry at that point. I rewind it, just to hear the Shaykh say it. And again. And again. And again.

It clicked. In Dedi’s words, I definitely ‘blinked…’

. . .

To make a long story short, it directly connects to what I felt in a couple of disastrous (but mysteriously uplifting!) events a few of years ago. Not many people will find that passage special, if at all. (Much like the words “Sabar dan Ikhlas, itu adalah Islam” in Ayat-ayat Cinta movie.)

How could a self-proclaimed secular guy like me would even think in the ways of “more time worshipping God?” Well a few years ago, it wasn’t my thinking. It was my feeling, and clearer than crystal at that. A glimpse of Allah would make me burst into tears instantly (that I was thinking it’d be easy for me to get a melancholic role in Hollywood.)

Let alone Allah, a tiny drop of tea or a single piece of rice, as sample reflections of Allah’s “nikmat” did literally make my heart tremble… almost uncontrollably.

Shaykh Husain also provided a very clear rationale (at least for me) –that I doubt any of my friends at that time actually understood how it felt when…

“…you get to that state; that perception and that attachment becomes more valuable than anything to you in the world… And when you do something that derails you from that, and you lose that, it would be so disgusting to you…”

To date, this is the best explanation I ever heard about what I felt…

…or is it?

Is it just my illusion of a simply psychiatric mental state? It would be much easier for me to think that way, but too many things are just “too right” (if there is that word.)

But even if things are too right, as I said I was (and OMG still am) highly secular, which means highly unlikely to have anything to do with, err…  muraqaba. Wouldn’t you think?

Hopefully soon things will unfold in the best way for me… Amin.

Allah_muhammad

9 Most Important Quotes You Need to Know About Prophet Muhammad S.A.W.

Just read a very interesting article from Wid Brilliant about Prophet Muhammad. It’s so good and “BLINK!” me a lot so I just had to make a copy here…

Thanks a lot to Dedi Setiawan for introducing me the word “BLINK”, and Parama Danoesubroto for reminding me (again!) about this theme.

Of course *BIG* Thanks to the original writer(s)!

Humain Parfait, Muhammad SAW

What prominent people say about Rasullullah Muhammad S.A.W, PBUH [Peace Be Upon Him]

Allah_muhammad


Citra baik Muhammad mengalahkan ketenaran raja-raja. Nabi yang diutus Tuhannya ini melakukan pekerjaan sehari-hari. Beliau menyalakan api, menyapu, memerah susu kambing, dan menambal sendiri sepatu dan pakaiannya yang terbuat dari wol. Seakan menolak pencitraan dirinya sebagai seorang pertapa suci yang diagungkan, ia menjalani hidup seperti seorang bangsa Arab dan seorang prajurit – dengan sedikit makan. Dalam suatu acara yang hikmat, Beliau menjamu para tamunya dengan cara sederhana dan penuh keramahan. Namun dalam kehidupan pribadinya, minggu-minggu terlewatkan dengan serba kekurangan di dalam rumahnya. Beliau tidak mengenal anggur dalam kebiasaan hidupnya. Rasa laparnya cukup terpuaskan oleh sepotong roti: Beliau merasa amat bahagia dengan seteguk susu dan madu, sebab kurma dan air adalah menu sehari-harinya.

–[Edward Gibbon, The History of the Decline And Fall of The Roman Empire, Vol. VI, London: The Folio Society, p.264.]

Dia adalah kepala negara sekaligus pemimpin agama, dia adalah Kaisar dan Paus jadi satu. Tapi, dia adalah Paus tanpa kekuasaan kepausan, dan Kaisar tanpa pasukan kekaisaran, tanpa bala-tentara yang siap tempur, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pemasukan yang tetap. Jika ada seorang manusia yang berhak untuk menyatakan bahwa ia memerintah atas perintah Ilahi, maka itu adalah Muhammad, karena ia memiliki seluruh kekuasaan tanpa perangkat dan pendukung yang dibutuhkan bagi sebuah kekuasaan seperti itu.-[Bosworth Smith, Mohammad and Mohammadanism, London , 1874, p. 92.]

Adalah tidak mungkin bagi seseorang yang mempelajari kehidupan dan karakter seorang Nabi besar dari bangsa Arab itu – yang mengetahui bagaimana ia mengajar dan menjalani hidup – hanya akan tiba pada sekedar rasa hormat saja atas kemuliaan Nabi yang menakjubkan ini, salah seorang utusan Tuhan yang teragung. Dan walaupun dalam karya-karya saya yang mungkin dikenal banyak orang, saya menulis banyak tentangnya tetap saja ketika saya membacanya berulang kali, rasa hormat, penghargaan dan takjub saya tak pernah ada habisnya bagi mahaguru dari bangsa Arab itu.–[Annie Besant, The Life and Teachings of Muhammad, Madras,1932, p.4.]

Saya ingin mengetahui tentang manusia paling berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia… Saya semakin bertambah yakin bahkan kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang. Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, ketidaktakutannya, keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya. Inilah semua dan bukanlah jalan pedang yang mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika saya menyelesaikan Bab ke-dua dari biografi sang Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi kehidupan agung lain yang bisa saya pelajari.–[Mahatma GandhiYoung India , 1922.]

Menurutku, Muhammad adalah seorang lelaki biasa. Dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia buta huruf. Kita membicarakan masa 1.400 tahun yang lalu. Dimana seorang yang buta huruf membuat pernyataan-pernyataan menakjubkan, yang secara ilmiah luar biasa akurat. Saya secara pribadi tidak bisa melihat hal ini sebagai sebuah kebetulan belaka. Terlalu banyak akurasi yang dia berikan, seperti Dr. Moore, saya tidak punya keraguan dalam fikiran saya bahwa adalah wahyu Tuhan yang membimbing Muhammad dalam membuat pernyataan-pernyataan itu.– [Dr.TVN Persaud, Profesor Anatomi, Ahli Kesehatan & Penyakit Anak. Mempublikasikan lebih dari 181 tulisan ilmiah. Th.1991 menerima penghargaan tertinggi bidang Anatomi di Kanada.]

Bismillahirahmanirrahiim
Dari penelitian-penelitian saya dan apa yang telah saya pelajari dari konferensi ini, saya percaya bahwa segala yang telah ditulis di Qur’an 1.400 tahun yang lalu adalah kebenaran yang dapat dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Karena Muhammad tidak dapat menulis dan membaca, Muhammad pastilah seorang utusan yang menyampaikan kebenaran yang diwahyukan kepadanya sebagai pencerahan dari yang Maha Pencipta. Sang pencipta ini pastilah Tuhan, atau Allah. Karena itu, saya rasa inilah waktunya saya mengucapkan “Laa ilaaha illallah, dan tidak ada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah, ‘Muhammad Rasool Allah’, Muhammad adalah utusan Allah …
–[Profesor Tagata Tagasone, Mantan Kepala Fakultas Anatomi dan Embriologi di Universitas Chiang Mai, Thailand.] Apabila tujuan yang luar biasa besar, dengan bekal memulai yang amat minim, dan hasil yang juga luar biasa besar, adalah tiga syarat untuk seseorang disebut jenius, siapa yang berani membandingkan manusia hebat mana pun dalam sejarah modern ini dengan Muhammad ? Orang-orang yang paling terkenal hanya menghasilkan senjata, hukum dan kekaisaran. Mereka menemukan tak lain hanya kekuatan material yang seringkali lenyap begitu saja di depan mata. Orang ini (Muhammad) tidak hanya mengendalikan pasukan, undang-undang, kerajaan-kerajaan, orang-orang dan dinasti, tetapi jutaan manusia di sepertiga dunia yg dihuni masa itu; dan lebih dari itu. Dia menggoyangkan altar-altar, dewa-dewa, agama-agama, ide-ide, kepercayaan- kepercayaan dan jiwa manusia…keuletannya untuk mencapai kemenangan, tekadnya… kesemuanya semata dicurahkan untuk satu gagasan mulia, dan sama sekali bukan untuk membangun sebuah kekaisaran. Doanya yang terus-menerus, wahyu yang dia peroleh dari Tuhan, kematiannya dan pencapaiannya setelah kematian, semuanya ini tidak lain membuktikan pendiriannya yang gigih, yang memberikannya kekuatan untuk menegakkan sebuah ajaran. Ajaran ini ada dua sisi : Keesaan Tuhan dan Tuhan sebagai dzat yang immaterial. Ajaran yang pertama manjelaskan tentang apa Tuhan itu, ajaran kedua menjelaskan tentang apa yg bukan Tuhan. Yang pertama menghancurkan tuhan-tuhan palsu melalui perlawanan, yang kedua menjelaskan tentang Tuhan melalui kata-kata.

Filosof, orator, rasul, pembuat undang-undang, pejuang, pencetus ide-ide, pelestari ajaran yang rasional dan keyakinan tanpa simbol-simbol, pendiri duapuluhtiga kerajaan dengan satu agama, itulah Muhammad. Dengan menggunakan standar manusiawi apa pun, kita boleh bertanya, adakah orang yang lebih hebat dari dia ?-[Alphonsso De Lamartine (1790-1869), Lamartine, Histoire de la Turquire, Paris , 1854, Vol. II, pp 276-277.]

Mecca_skyline_1
Muhammad yang dulunya seorang bocah dan pria muda yang gelisah telah menjadi Muhammad Sang Nabi. Berkat kepatutan pendekatan, baik secara pribadi, agama maupun sosial, pesannya disambut dengan penuh semangat oleh sekelompok kecil orang yang selanjutnya menjadi sahabat setia. Kelompok ini kemudian menjadi sebuah komunitas, komunitas agama. Di Madinah, Muhammad menemukan dirinya dalam situasi yang memungkinkan – bahkan mengharuskan dia melakukan perjuangan untuk memperoleh kekuasaan di daerah oase itu…
Lima tahun kemudian setelah peristiwa hijrah, kelompok tadi telah mentransformasikan dirinya menjadi sebuah negera yang dihormati oleh para tetangganya…

Sejarah, dan khususnya sejarah Islam, mengenal para tokoh pembaharu lainnya di bidang agama, yang memiliki posisi untuk memainkan peran politik. Namun sering mereka terbukti tak mampu beradaptasi pada bekerjanya kekuatan-kekuatan “political interplay” yang ada. Mereka telah gagal bertindak pada saat dan tempat yang diperlukan, mereka tidak tahu cara bagaimana “membaca” berbagai tujuan jangka panjang, dan juga tidak berhasil menjalankan kegiatan praktis yang terus-menerus dapat berubah, untuk memenuhi kebutuhan yang juga terus-menerus berubah sesuai kebutuhan pada saat itu juga. Terkadang para pemimpin agama itu pun harus bekerja sama dengan orang yang memiliki kepiawaian menyiasati – yang tinggi tingkat kesulitannya – dan yang mampu mewujudkan rencana-rencana. Tetapi Muhammad menemukan dalam dirinya semua hal itu: dia memiliki semua bekal yang dibutuhkan untuk memenuhi peran gandanya tersebut. Di Medina, sang penyeru kebenaran abadi tersebut telah muncul pula sebagai seorang politisi yang ulet dan handal. Mampu mengendalikan perasaannya dan tidak memperbolehkan perasaan tersebut terlihat kecuali pada waktunya yang tepat. Mampu menunggu sekali pun untuk waktu yang lama, dan bertindak cepat jika saat yang tepat datang… Dengan cara yang sama – sebagian besarnya – dia juga telah membuk tikan dirinya sebagai jendral piawai, yang mampu dalam merancang peperangan secara cerdik, dan mengambil langkah tepat yang diperlukan di setiap pertempuran.-[Maxime Rodinson, Muhammad, diterjemahkan dari bahasa Perancis oleh Anne Carter, London .] Allahu_akbar


Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada bangsa Romawi, Muhammad kepada seluruh dunia. Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Nabi I
brahim, Nabi Ismail, Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang sifat tuhan bapa, tuhan anak dan roh kudus… Muhamad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak, and that Trinity has been deteriorated with misleading ideas.. .
Alikhlas_1
Muhammad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum muslimin dapat menguasai separoh bola bumi. Jiwa manusia yang mereka selamatkan, berhala-berhala yang mereka hancurkan. Dan tempat-tempat pemujaan yang mereka runtuhkan selama 15 tahun, jauh lebih banyak dibanding dengan yang pernah dilakukan para pengikut Musa dan Isa selama 15 tahun. Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkan itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin dia sudah dipandang sebagai dewa. Ketika dia muncul, bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam perang saudara
.-[Napoleon Bonaparte (Napoleon I), (1769-1821) :Tokoh penting Perancis, panglima perang kenamaan, pendiri imperium Perancis, banyak negeri yang telah ditaklukkan. Kata-kata Nalopeon pernah disitir oleh seorang penulis bernama Cherfils dalam bukunya berjudul Bonaparte et l’Islam

Setelah banyak mempelajari, menekuni dan mengkaji semua segi ajaran Islam, dan setelah membanding-bandingkan dengan agama lain, akhirnya Prof. Dinet memeluk Islam. Hingga akhir hayatnya ia tetap sebagai muslim yang baik. Setelah menunaikan ibadah haji, dia menulis buku khusus dengan cara yang sangat indah dan menarik : Indah susunan kalimatnya, jauh jangkauannya, kuat argumentasinya dan mudah dicerna karena gaya bahasanya yang sederhana. Dialah yang dengan tegas mengalamatkan kata-katanya kepada H.A.Lamens, pendeta Nasrani, pengarang, yang mana dalam semua karyanya mengenai Islam. Dan tidak pernah jemu menyerang Islam juga nabi yang membawa ajaran Islam. Kepada Lames itulah Dinet berkata :”Kami berada di suatu lembah, dan tuan berada di lembah yang lain”.Lebih jauh beliau mengatakan :”Kesalahan orang Eropa (barat) yang sangat fatal ialah, karena mereka mengkaji dan menganalisa kehidupan Muhammad dengan cara menurut tabiat orang barat, padahal Nabi Muhammad bukan orang barat. Lagi pula logika barat tidak mungkin mendatangkan kesimpulan yang benar jika digunakan untuk memahami sejarah kehidupan para Nabi & Rasul yg mana kesemuanya adalah orang Timur.

Prod.Dinet kemudian menyebut barisan nama kaum orientalis fanatik yang anti Islam, antara lain : H.A.Lamens, Dozzy, Noldeke, Goethe, Sprenger, Grimme, Snouck  Horgronye, dll. Setelah meneliti pendapat mereka, Prof.Dinet mengatakan :”Apabila kita perhatikan pendapat mereka, baik yang berkebangsaan Perancis, Inggris, Belanda, atau yang lainnya; maka kita temukan pendapat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain, hingga orang tidak dapat memilih mana yang benar, karena semuanya jauh menyimpang dari sumber-sumber riwayat yang benar”.

taken from:

http://labbaik.multiply.com/journal/ item/264? mark_read= labbaik:journal: 264

diketik ulang dari : “Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW”, HMH.Al Hamid Al Husaini, Yayasan Al Hamidiy Jakarta, cetakan kelima, 1995, hal:936-953)

Note : artikel di atas telah dimuat dalam Labbaik, edisi : 022/th.02/Rabi’ ul Awwal-Rabi’ul Tsani 1427H/2006M

Princess Kirsi

Top 9 Habits of Highly Successful Entrepreneurs

Princess Kirsi

Parama W. Danoesubroto, a friend of mine, recently shared a bit of his vast business-savviness. It’s great enough that I’d like to share it here, both with my future self and with you the cool person (yes! YOU) who read this blog. Extra-gladly he’s willing to license his ideas as Creative Commons (oh so geeky!).

So, from this point below it’ll be his words, not mine:

Here’s what I’ve learned if I wanted to keep on continuing to be an entrepreneur.

These are just my values that I keep for myself. This might not apply or be true to other people.

  1. Stay Positive. And keep positive people around you, stay away from people who is negative. Choose your surroundings wisely.
  2. Embrace Failure. Failure is the best lesson in life.
  3. Always Listen to what other people have to say. But of course you have to carefully judge if it applies to your situation or not.
  4. Live BELOW Your Means. If you make $10 dollars and you can live on $1: do that. Because you never know what the next quarter or the next month will bring. Have enough buffer so that even if your business goes up and down, your lifestyle is the same.
  5. Tell Other People About Your Goal and Aspiration. This is important, because once you tell people about what you want to be… and not ashamed about it. Its like promising to them that you’ll reach that goal–and that makes you motivated because you don’t want to break that promise. But you have to be careful here, because you have to have such an idealist mindset that you need to embrace temporary setbacks and failures.
  6. Success is NOT a Result. Although society perceive it that way.All we have to do is try our hardest, and keep on trying and trying, and when the time comes, God will give us the result.
  7. Have a Goal That’s High Enough That You’ll Never Reach Them. Because I see that if you have a low goal, the day that you reach them is the day of your decline. For example if your goal is to have a Ferrari, then when you have it… you wouldn’t have the same drive and motivation as when you didn’t have it.So we need to set ourself up so that we stay Zuhd. To have wealth but doesn’t feel that we have it, to have intellect but don’t feel that we have it, etc. To drive a Ferrari one day, and to drive a Metro Mini another day… our heart stays the same. No pride, no arrogance, no shame, no low self esteem.
  8. Delayed Gratification (editor’s note: Mr. Jaya Setiabudi also said this, a tip I remember very dearly). You don’t have to have the things you want now. You don’t have to upgrade your lifestyle as soon as you have money. Delayed gratification is actually a fuel to fuel our stamina. The more you wait for something, the more intense you feel about wanting it. You can then channel it to drive you forward.
  9. Be EGO LESS. You are never the most intellegent, the most wealthy, the most handsome person in the world. There is always someone better than you. Without ego, you can grow to be a better human being faster. Without ego, you can think objectively about many things in life or business, or etc. Without ego, you take criticism well and be able to improve yourself. People would then like you more because they have less pressure when they’re around you. And without ego, you enjoy life more because you got no pressure on yourself.(alias anti gengsi)I’d like to say that Social Status is a trapSocial Status is Prison

    You don’t want to be in a situation where you are expected by society to dress a certain way, drive a certain car, when in your heart you don’t want to.

    There is someone I know, that bought a luxury car
    .

    And then he starts feeling that his clothes are not up to par with his car. So he bought nicer clothes. And he bought nicer things.

    When his business went down, he can’t downgrade; cause……who want to drive a luxury car and work at a McDonald’s right?

    So he was feeling a high amount of pressure.

    So NEVER be in that positionJangan kaya OKB (orang kaya baru)