Sudah Siap Memerangi Malware Internet-of-Things?

Sudah Siap Memerangi Malware di Era Internet-of-Things?

Boro-boro mencegah phishing/scam/hacking apalagi bersiap-siap menghadapi tantangan serangan malware dan virus bagi pengguna perangkat Internet of Things seperti TV, kulkas, camera, robot, dsb. (yang pastinya akan semakin banyak)…

Setiap pulang dari warnet atau game center mana pun, USB flash drive saya pasti langsung kena virus. Padahal pencegahan dan pengamanan virus yang menyebar lewat USB flash drive (secara offline) termasuk paling gampang.

Dengan kondisi seperti sekarang, bagaimana bila menghadapi cyberwar dan hacker merajela? Hmm… 🙁

Like this article? Please share this article with others:
Technical Thursday on Friday #13 : Android Design Support Library

Technical Thursday on Friday #13 : Android Design Support Library

Konferensi tahunan Google I/O telah digelar di San Francisco, pada rabu 25 Juni 2015. Di ajang tempat bertemunya Google dengan para pengembang Android ini, Google mengungkap sejumlah pengumuman tentang produk dan layanannya yang akan segera dirilis. Topik Google I/O masih sangat hangat buat dibahas, dan ditechnical thursday on friday kali ini akan membahas mengenai Android Design Support Library akan dikupas tuntas langsung oleh Founder dan CEO GITS INDONESIA di Technical Thursday on Friday #13 yang akan diadakan pada :

Hari/tanggal : Jumat, 26 Juni 2015
Pukul          : 14.00 s/d 16.00 WIB
Tempat       :  Bandung Digital Valley
                     Menara IDeC Lt. 4 Jl. gegerkalong Hilir No.47 Bandung

Ajak teman-teman sebanyak-banyaknya buat join Technical Thursday kali ini. Karena teman-teman bisa sharing langsung mengenai Android Design. Reistrasi di sini : bit.ly/techthurs13

Like this article? Please share this article with others:
Berbagi Senyum Ramadhan dengan Donasi ke Rumah Zakat

Berbagi Senyum Ramadhan dengan Donasi ke Rumah Zakat

Mari Berbagi Senyum Ramadhan dengan Donasi ke Rumah Zakat :

Syiar Quran (SQ)

Syiar Qur’an merupakan paket pendistribusian Al Quran dan paket iqro yang menjangkau daerah-daerah pedesaan..

Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK)

Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK) merupakan bingkisan berupa perlengkapan ibadah dan bahan pokok bagi keluarga prasejahtera…

Kado Lebaran Yatim (KLY)

kado Lebaran Yatim merupakan paket kado yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu di wilayah  ICD …

Berbagi Buka Puasa (BBP)

Paket makanan lengkap untuk berbuka puasa yang didistribusikan di wilayah  ICD (Integrated Community Development) & Non ICD …

Selengkapnya di https://donasi.rumahzakat.org/?product_cat=ramadhan

Like this article? Please share this article with others:
Doa Untuk *Setelah* Buka Puasa Ramadhan

Doa Untuk *Setelah* Buka Puasa Ramadhan

Doa terkait berbuka puasa ada dua:

a. Doa menjelang berbuka. Doa ini dibaca sebelum anda mulai berbuka. Doa ini bebas, anda bisa membaca doa apapun, untuk kebaikan dunia dan akhirat Anda.

b. Doa setelah berbuka. Ada doa khusus yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dinyatakan dalam riwayat dari Ibnu Umar. Lafadz doanya adalah

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah

Sebagai muslim yang baik, selayaknya kita cukupkan doa setelah berbuka dengan doa yang shahih ini, dan tidak memberi tambahan dengan redaksi yang lain.

Doa Berbuka Puasa yang Tidak Benar

Terdapat satu doa berbuka yang tersebar di masyarakat, namun doa bersumber dari hadis yang lemah. Kita sering mendengar beberapa masyarakat membaca doa berbuka berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rezekika afthortu

“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka.”

Status Sanad Hadis

Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358 secara mursal (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif karena sanad yang terputus.

Doa di atas dinilai dhaif oleh Al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Dhaif Sunan Abu Daud510 dan Irwaul Gholil, 4:38.

Doa Setelah Berbuka Puasa yang Benar

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka. Syiakh Ibnu Utsaimin menegaskan:

لكن ورد دعاء عن النبي صلى الله عليه وسلم لو صح فإنه يكون بعد الإفطار وهو : ” ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله ”  فهذا لا يكون إلا بعد الفطر

“Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst. doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka.” (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com)

Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428.

Karena itu, urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka adalah:

  1. Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).
  2. Mulai berbuka
  3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.

Like this article? Please share this article with others:

Indosat IM3 4G LTE Tidak Dapat Sinyal / Menghilang?

Sinyal Indosat IM3 4G LTE di sekitar tempat saya (Jalan Asia Afrika, Bandung) tiba-tiba menghilang sejak 14 Juni 2015 sampai 17 Juni 2015.

Saya pikir ada error/gangguan jaringan yang berlaku global. Lalu saya coba kontak twitter @IndosatCare, tidak sampai satu jam kemudian sudah diperbaiki (“refresh jaringan”) dan 4G dapat digunakan kembali.

So, kalo ada apa-apa dengan layanan SIM card Indosat/Ooredo IM3 atau Mentari kamu, coba aja lapor ke twitter @IndosatCare 🙂 Tentunya, kalo paket data kamu sendiri tidak bisa digunakan, ya harus nebeng internet orang, hehe 🙂

Like this article? Please share this article with others:
Talent-Development-Saturday-Bandung-Digital-Valley-bersama-Agate-Studio.jpg

Talent Development Saturday #16 – @AgateStudio & @Telkom_BDV

Talent Development Saturday adalah event bulanan dari Agate Studio kerjasama dengan Bandung Digital Valley untuk berbagi knowledge dari industri Game Development ke sesama pelaku industri dan potential talents. Format acara ini adalah presentasi dan tanya jawab yang dibagi ke 4 track:

  • Art
  • Technical
  • Game Production & Game Design
  • Sales & Marketing

Sesi presentasi di setiap track akan diadakan secara paralel di 4 area yang berbeda. Satu slot presentasi adalah 1 jam, masing-masing track maksimum akan memiliki 5 slot presentasi dari jam 9 sampai 3 sore.

Silakan reservasi Talent Development Saturday #16 di sini.

Like this article? Please share this article with others:
indosat4g-3.jpg

Indosat 4G LTE Mobile Data Internet Speed Test di Bandung

Bagaimana hasil uji kecepatan Indosat IM3 4G LTE di Bandung? So-so… 😐

Jadi setelah sebelumnya gagal ngedapetin kartu SIM card Indosat IM3 4G LTE, akhirnya saya ke Gerai Indosat di Jl. Asia Afrika, Senin 1 Juni 2015 jam 19.15. Aktifnya ternyata memang beneran agak lama, dan ini sudah diinformasikan oleh petugas Gerai Indosat. Sekitar 19.45 kartu IM3 yang lama nonaktif dulu. Baru kartu IM3 4G LTE yang baru dapat dipakai sekitar pukul 21.30.

Hasil speednya di tempat saya dengan kondisi 2-3 bar dapat speed download ~13 Mbps menggunakan ASUS Zenfone 2 4G LTE smartphone. Bagus apa jelek yach speed segini? Lumayan… toh kondisinya sinyal gak full. Padahal tadinya kebayang dapat speed 70 Mbps gitu hahaha :p

Like this article? Please share this article with others:
Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya. -HR Tirmidzi

Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya

Kesiapan diri sangatlah penting dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam kehidupan ini. Sedangkan terhadap yang telah terjadi, maka sikap yang harus kita miliki adalah ridho. Ridho terhadap apa yang akhirnya terjadi atau ridho pada hasil yang akhirnya kita terima setelah usaha yang kita lakukan.

Ridho itu adalah keterampilan mental untuk realistis menerima kenyataan. Hati menerima kenyataan, dibarengi otak dan anggota tubuh yang berikhtiar terus untuk mencapai keadaan yang lebih baik lagi.

Mengapa kita harus ridho? Karena jika kita tidak ridho pun, kejadian atau hasil itu tetap terjadi. Contoh sederhananya adalah apabila kita sedang berjalan di tengah lapangan golf, kemudian ada satu bola golf yang terlempar dan mengenai jempol kaki kita. Jika peristiwa ini terjadi pada diri kita, maka bersikaplah ridho. Karena tak ada untungnya juga bersikap tidak ridho, toh bola itu telah mengenai jempol kaki kita. Biarlah rasa sakit sejenak. Janganlah rasa sakit itu membuat kita bersikap menggerutu, mengutuk atau sikap apapun yang tidak baik.

Dalam keadaan seperti di atas itu, justru terdapat celah kesempatan kita untuk beribadah. Yaitu ketika kita bisa memaknai jatuhnya bola golf tersebut sebagai teguran dari Allah Swt. agar kita tetap ingat pada-Nya. Sehingga ucapan yang terlontar pun adalah dzikir.

Rasulullah Saw. bersabda, “Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridho kepada Allah  sebagai Rabb-nya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya.” (HR. Muslim)

Sebagaimana isi hadits di atas, bersikap ridho akan memberi nuansa tersendiri di dalam batin kita. Karena sebenarnya penderitaan kita saat menggerutu dan mengutuk itu bukan karena peristiwa jatuhnya bola pada jempol kaki kita. Melainkan karena kita tidak mau menerima kenyataan itu. Sehingga akhirnya kita pun merasakan penderitaan.

Contoh lainnya yang banyak terjadi di tengah-tengah kita adalah sikap mengejek atau mencibir keadaan diri sendiri. Ada orang yang mencibir fisiknya sendiri hanya karena hidungnya yang pesek, atau kulitnya yang hitam, atau posturnya yang pendek. Atau ada juga orang yang mencibir dirinya sendiri hanya karena terlahir dari keluarga yang tidak kaya raya.

Orang seperti di atas akan merasakan penderitaan. Penderitaan mereka bukan disebabkan oleh kenyataan yang terjadi, akan tetapi karena ketidakterampilannya dalam menerima kenyataan. Maka, tidak heran bila kita banyak menyaksikan orang-orang yang mengalami stres karena tidak terampil menerima kenyataan yang terjadi pada diri mereka, baik itu berkenaan dengan fisik penampilan, keuangan, karir, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, apapun kenyataan yang kita hadapi, terimalah dan jangan berkeluh kesah, apalagi mengutuk atau menggerutu. Sikap ridho akan menghindarkan kita dari rasa menderita. Kenyataan yang berbeda dengan harapan akan jadi terasa ringan dan kita pun akan lebih bisa mengkondisikan diri untuk berbahagia.

Sungguh tidak ada satu kejadian pun yang tanpa maksud atau tujuan. Termasuk jika kejadian itu adalah sebuah musibah. Suatu kerugian besar apabila musibah yang datang disikapi dengan sikap negatif, tidak menerima, menggerutu, atau sikap sejenisnya. Karena musibah adalah ujian yang justru akan semakin memperkokoh kekuatan diri seseorang. Bahkan jika dihadapi dengan ridho, musibah bisa menjadi jalan menuju surga. Sebagaimana firman Allah Swt, 

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, Bilakah datangnya nashrullah (pertolongan Allah). Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 214).

Bersikap ridho itu seperti bila kita menanak nasi, tanpa disadari air yang kita tuangkan terlalu banyak sehingga beras itu malah jadi bubur. Dalam keadaan ini, sikap yang kita lakukan bukanlah menggerutu dan menyalahkan diri apalagi memarahi orang lain. Namun, bersikaplah ridho dengan misalnya mencari daun seledri, kacang kedelai dan suwiran daging ayam. Ditambahi kecap dan krupuk sehingga bubur itu menjadi bubur ayam dengan citarasa spesial.

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya.. (HR. Tirmidzi).

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Like this article? Please share this article with others: