Berbagi Senyum Ramadhan dengan Donasi ke Rumah Zakat

Berbagi Senyum Ramadhan dengan Donasi ke Rumah Zakat

Mari Berbagi Senyum Ramadhan dengan Donasi ke Rumah Zakat :

Syiar Quran (SQ)

Syiar Qur’an merupakan paket pendistribusian Al Quran dan paket iqro yang menjangkau daerah-daerah pedesaan..

Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK)

Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK) merupakan bingkisan berupa perlengkapan ibadah dan bahan pokok bagi keluarga prasejahtera…

Kado Lebaran Yatim (KLY)

kado Lebaran Yatim merupakan paket kado yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu di wilayah  ICD …

Berbagi Buka Puasa (BBP)

Paket makanan lengkap untuk berbuka puasa yang didistribusikan di wilayah  ICD (Integrated Community Development) & Non ICD …

Selengkapnya di https://donasi.rumahzakat.org/?product_cat=ramadhan

Like this article? Please share this article with others:
Doa Untuk *Setelah* Buka Puasa Ramadhan

Doa Untuk *Setelah* Buka Puasa Ramadhan

Doa terkait berbuka puasa ada dua:

a. Doa menjelang berbuka. Doa ini dibaca sebelum anda mulai berbuka. Doa ini bebas, anda bisa membaca doa apapun, untuk kebaikan dunia dan akhirat Anda.

b. Doa setelah berbuka. Ada doa khusus yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dinyatakan dalam riwayat dari Ibnu Umar. Lafadz doanya adalah

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah

Sebagai muslim yang baik, selayaknya kita cukupkan doa setelah berbuka dengan doa yang shahih ini, dan tidak memberi tambahan dengan redaksi yang lain.

Doa Berbuka Puasa yang Tidak Benar

Terdapat satu doa berbuka yang tersebar di masyarakat, namun doa bersumber dari hadis yang lemah. Kita sering mendengar beberapa masyarakat membaca doa berbuka berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rezekika afthortu

“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka.”

Status Sanad Hadis

Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358 secara mursal (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif karena sanad yang terputus.

Doa di atas dinilai dhaif oleh Al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Dhaif Sunan Abu Daud510 dan Irwaul Gholil, 4:38.

Doa Setelah Berbuka Puasa yang Benar

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka. Syiakh Ibnu Utsaimin menegaskan:

لكن ورد دعاء عن النبي صلى الله عليه وسلم لو صح فإنه يكون بعد الإفطار وهو : ” ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله ”  فهذا لا يكون إلا بعد الفطر

“Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst. doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka.” (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com)

Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428.

Karena itu, urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka adalah:

  1. Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).
  2. Mulai berbuka
  3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.

Like this article? Please share this article with others:
Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya. -HR Tirmidzi

Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya

Kesiapan diri sangatlah penting dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam kehidupan ini. Sedangkan terhadap yang telah terjadi, maka sikap yang harus kita miliki adalah ridho. Ridho terhadap apa yang akhirnya terjadi atau ridho pada hasil yang akhirnya kita terima setelah usaha yang kita lakukan.

Ridho itu adalah keterampilan mental untuk realistis menerima kenyataan. Hati menerima kenyataan, dibarengi otak dan anggota tubuh yang berikhtiar terus untuk mencapai keadaan yang lebih baik lagi.

Mengapa kita harus ridho? Karena jika kita tidak ridho pun, kejadian atau hasil itu tetap terjadi. Contoh sederhananya adalah apabila kita sedang berjalan di tengah lapangan golf, kemudian ada satu bola golf yang terlempar dan mengenai jempol kaki kita. Jika peristiwa ini terjadi pada diri kita, maka bersikaplah ridho. Karena tak ada untungnya juga bersikap tidak ridho, toh bola itu telah mengenai jempol kaki kita. Biarlah rasa sakit sejenak. Janganlah rasa sakit itu membuat kita bersikap menggerutu, mengutuk atau sikap apapun yang tidak baik.

Dalam keadaan seperti di atas itu, justru terdapat celah kesempatan kita untuk beribadah. Yaitu ketika kita bisa memaknai jatuhnya bola golf tersebut sebagai teguran dari Allah Swt. agar kita tetap ingat pada-Nya. Sehingga ucapan yang terlontar pun adalah dzikir.

Rasulullah Saw. bersabda, “Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridho kepada Allah  sebagai Rabb-nya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya.” (HR. Muslim)

Sebagaimana isi hadits di atas, bersikap ridho akan memberi nuansa tersendiri di dalam batin kita. Karena sebenarnya penderitaan kita saat menggerutu dan mengutuk itu bukan karena peristiwa jatuhnya bola pada jempol kaki kita. Melainkan karena kita tidak mau menerima kenyataan itu. Sehingga akhirnya kita pun merasakan penderitaan.

Contoh lainnya yang banyak terjadi di tengah-tengah kita adalah sikap mengejek atau mencibir keadaan diri sendiri. Ada orang yang mencibir fisiknya sendiri hanya karena hidungnya yang pesek, atau kulitnya yang hitam, atau posturnya yang pendek. Atau ada juga orang yang mencibir dirinya sendiri hanya karena terlahir dari keluarga yang tidak kaya raya.

Orang seperti di atas akan merasakan penderitaan. Penderitaan mereka bukan disebabkan oleh kenyataan yang terjadi, akan tetapi karena ketidakterampilannya dalam menerima kenyataan. Maka, tidak heran bila kita banyak menyaksikan orang-orang yang mengalami stres karena tidak terampil menerima kenyataan yang terjadi pada diri mereka, baik itu berkenaan dengan fisik penampilan, keuangan, karir, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, apapun kenyataan yang kita hadapi, terimalah dan jangan berkeluh kesah, apalagi mengutuk atau menggerutu. Sikap ridho akan menghindarkan kita dari rasa menderita. Kenyataan yang berbeda dengan harapan akan jadi terasa ringan dan kita pun akan lebih bisa mengkondisikan diri untuk berbahagia.

Sungguh tidak ada satu kejadian pun yang tanpa maksud atau tujuan. Termasuk jika kejadian itu adalah sebuah musibah. Suatu kerugian besar apabila musibah yang datang disikapi dengan sikap negatif, tidak menerima, menggerutu, atau sikap sejenisnya. Karena musibah adalah ujian yang justru akan semakin memperkokoh kekuatan diri seseorang. Bahkan jika dihadapi dengan ridho, musibah bisa menjadi jalan menuju surga. Sebagaimana firman Allah Swt, 

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, Bilakah datangnya nashrullah (pertolongan Allah). Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 214).

Bersikap ridho itu seperti bila kita menanak nasi, tanpa disadari air yang kita tuangkan terlalu banyak sehingga beras itu malah jadi bubur. Dalam keadaan ini, sikap yang kita lakukan bukanlah menggerutu dan menyalahkan diri apalagi memarahi orang lain. Namun, bersikaplah ridho dengan misalnya mencari daun seledri, kacang kedelai dan suwiran daging ayam. Ditambahi kecap dan krupuk sehingga bubur itu menjadi bubur ayam dengan citarasa spesial.

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang ridho (kepada ketentuan Allah) maka Allah akan ridho kepadanya.. (HR. Tirmidzi).

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Like this article? Please share this article with others:
penjahit-tas-kosambi_20150527_182827.jpg

Alhamdulillah, Memang Aku Sering Lupa Bersyukur

Penjahit sol sepatu atau tas bekerja dengan halal dan butuh waktu lama untuk mendapatkan 5-15 ribu rupiah per pelanggan. Sedangkan saya…? Ah… #jadigalau

Sore itu saya berniat menjahit tas sobek (bukan “robek” ya!) ke sebuah gang di daerah Kosambi (Jl. A. Yani), Bandung. Sesampainya di sana, karena sudah lewat Maghrib, ternyata sudah pada tutup… tapi ada satu orang bapak yang masih ada di situ, lagi beres-beres. Trus saya tanya dech “Masih buka, kang? Saya mau jahitin tas nich… kecil aja koq.”

Bapaknya mau kan… trus mulai dech dilihat-lihat dan direncanakan gitu haha. Tapi hari udah gelap banget, penerangannya minim, alhamdulillah baterai hape saya masih 88% hehe jadi saya bantu terangin pakai torch.

Mulai lah si bapak ini bekerja… setelah tempat yang berlubang diberi marker, trus mengukur kulit sebagai penambal dengan akurat, memotongnya, menempelnya dengan perekat, sampai menjahit satu demi satu agar tepat.

Di tengah proses yang saya amati ini saya mulai menyadari, bahwa sobekan yang saya kira “kecil aja koq” ini ternyata sulit juga ya, karena kebetulan posisi sobekannya di pojok plus dekat resleting pula, jadi penambalannya pun butuh teknik khusus.

Meski saya memegang torch di hape, tapi masih sempet ngecek sosmed. Si akang ini nggak sama sekali buka Facebook maupun Twitter, hehe.

Dan yang saya pikir sobekan kecil itu cuma butuh 15 menit ternyata setelah kira-kira 45 menit baru selesai. Tagihannya? 10 ribu rupiah.

Saya jadi mikir lagi… 45 menit, 10 ribu. Dari pagi sampai sore, kalau orderan penuh, jadi mentok-mentoknya sekitar 100 ribu. Kalau sepi ya berarti di bawahnya. Saya salut banget akang ini melakukan pekerjaan yang bermanfaat, halal, dan tidak mencari uang dengan cara yang kurang terpuji seperti mengamen/mengemis. (Secara statistik, potensi penghasilan mengamen/mengemis jauh lebih besar… hix hix sedih ya)

Kalau saya bandingkan dengan diri saya sendiri. Saya jadi malu. Dari kecil Allah banyak sekali memberikan saya kemudahan dan rezeki yang bermacam-macam. Ya meski ada juga rezeki yang saya belum dapatkan dan saya berdoa tiap hari agar segera dikasih he..he.. Tapi Allah baik banget ama saya. Bahkan saya merasa sering banget ngecewain Allah. Kalau dibandingkan dengan bapak itu, wah saya sulit banget bisa setelaten dia.

Alhamdulillah…

Like this article? Please share this article with others:
beras-analog-jagung1.jpg

Takut ama beras plastik? Ganti aja ke beras analog jagung ^_^

Beras analog memiliki keunggulan ditilik dari komposisi bahan baku. Sorgum dipilih karena indeks glikemiknya rendah. Indeks glikemik adalah dampak makanan terhadap kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah lambat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Dengan demikian, makanan tersebut menyehatkan dan baik bagi penderita diabetes. Selain itu, kandungan protein beras analog 12 persen. Lebih tinggi dibandingkan beras yang 6-8 persen.

Like this article? Please share this article with others:

Tips Ampuh Mencuci Pikiran Kotor, Jorok, Porno pula!

MAAF…! KAUM WANITA DILARANG MEMBACA artikel ini…

Artikel ini hanya untuk KAUM PRIA yang pikirannya sering JOROK, yang pikirannya suka ngelantur KOTOR, yang suka berkhayal PORNO, khususnya para kaum muda yang banyak sekali bertanya melalui SMS ke Radio Sonora 92.0 FM pada sesi Terapi Musik, setiap minggu malam jam 22:00-24:00

Sekali lagi maaf untuk Anda kaum wanita, kecuali bila Anda mau mengambil resiko tersebut, mungkin untuk di-forward ke teman pria Anda yang “piktor” he he…

Artikel ini juga baik sekali untuk para Ortu, dalam mengatasi putra-putra remaja Anda yang sering muncul pikiran kotor, pikiran jorok, tapi belum tahu cara efektif untuk mengatasinya. Umumnya, kita hanya melarang. Repotnya, khayalan gak bisa dilarang, gak bisa dilihat oleh orang lain he he…

Nah, sebelum digunakan untuk orang lain, marilah kita gunakan untuk diri kita sendiri dulu, sebagai sesama kaum pria, yang pasti pernah mengalami situasi ini saat remaja…

Dari penulis: Krishnamurti

————————————————————————–

Mengapa pikiran kotor sering muncul?

Manusia memang sudah di-install oleh sang Pencipta sebuah kemampuan yang dahsyat, yakni kemampuan berimajinasi. Nah, kemampuan ini bisa digunakan untuk kebaikan, juga bisa digunakan untuk keburukan. Berimajinasi membangun impian, cita-cita, harapan di masa depan, tentulah dapat berefek baik dan menimbulkan semangat untuk berkarya.

Berkhayal imajinasi seksual yang berhubungan dengan pengalaman cinta kasih, bisa berdampak baik bila digunakan sebagai terapi diri, khususnya kaum pria yang mengalami masalah dengan kemampuan seksual.

Nah, berkhayal imajinasi seksual yang bersifat porno, tentu bisa berdampak buruk, bahkan kontra produktif. Mengapa demikian? Karena ternyata, khayalan porno tersebut seperti video yang bisa diputar ulang, diputar ulang dan diputar ulang. Karena kita menyimpan video tersebut di pikiran kita, maka tanpa disadari kita bebas memutar ulang video ini, kapanpun kita mau putar. Dan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain di dalam diri, kitapun menjadi kontra produktif. Lalu, pertanyaannya…

Bisakah Video tersebut dibuang dari pikiran kita?

Tentu sangatlah bisa, hanya perlu sebuah keberanian saja. Ya, sebuah keberanian untuk mengambil keputusan. Keputusan untuk membuang video porno tersebut, untuk menghapus film kotor tersebut, untuk menghancurkan mesin pemutar di dalam pikiran kita sendiri, sehingga video tersebut tidak bisa diputar kembali.

Nah, kuncinya ternyata sesederhana itu. Setelah kita berani mengambil keputusan, maka cara untuk membuang video tersebutpun menjadi sangatlah mudah.

Berikut ini salah satu ide sederhana yang ternyata sangat efektif. Ide solusi ini berawal dari banyaknya SMS yang masuk ke Radio Sonora di Acara Terapi Musik, yang ditayangkan setiap minggu malam jam 22:00-24:00 secara nasional di 9 kota besar di Indonesia. Pertanyaan yang masuk ini, justru menjadi refleksi diri saya sendiri sebagai seorang pria. Setelah saya mempelajari proses saya membuang video ini, barulah saya sharingkan ke para pendengar Radio Sonora dan sekarang saya posting ke website ini, agar lebih banyak lagi orang yang bisa melakukan terapi ini sendiri, tanpa perlu bantuan orang lain… Cara berpikir dasarnya adalah…

“Jika Anda bisa membuka , maka Andapun bisa menutup”

Itulah mindset dasar untuk mencuci pikiran kotor yang porno, yang sering dimunculkan secara “tidak disadari” oleh kaum pria, termasuk saya saat masih remaja  he he he… Saya ingat sekali, di saat remaja saya berkhayal tentang seorang wanita muda seksi yang sebenarnya TIDAK ADA, hanya muncul dalam khayalan saya saja. Dan ternyata, sering saya putar imajinasi ini dalam benak saya, bahkan sangat sering. Kayak orang gila, kan? he he…

Sepertinya memori ini saya sudah buang, tidak pernah saya pikirkan lagi, saya selalu men-switch bila pikiran tersebut muncul. Tapi apa dampaknya? Semakin kuat niat saya untuk menghapusnya, semakin kuat pula pikiran porno tersebut muncul, bukan? Anda mungkin punya pengalaman yang sama he he…

Oh oh, semakin ditolak, semakin muncul…. Jadi?

Jangan ditolak, diterima saja. Disadari saja, bahwa potensi yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, masih kita gunakan untuk hal-hal yang belum bermanfaat untuk diri ini, apalgi untuk orang banyak dan kehidupan ini. Lalu, setelah “kekeliruan” tersebut bisa diterima, barulah kita putar ulang video porno pikiran kita tersebut dengan kesadaran yang baru, mari kita main-main…

1. Ambillah posisi yang nyaman, boleh duduk, boleh tiduran, yang penting nyaman… Pejamkan mata, sangatlah membantu. Mari pejamkan mata sejenak…

2. Sekarang, bayangkan diri Anda sedang melihat diri Anda nonton video porno yang hanya ada dipikiran Anda, video porno ini memang tidak akan pernah ada di pasaran, karena memang hanya ada di pikiran Anda.

3. Putarlah perlahan-lahan video porno tersebut, karena ini adalah kesempatan terakhir untuk menontonya. Bukalah pakaian wanita yang ada di video tersebut, satu per satu. Lihatlah dengan kesadaran. Terus nikmati dan nikmati, sampai Anda putuskan untuk SELESAI menikmatinya…

4. Setelah Anda mengambil keputusan, sekarang buat imajinasi baru yakni menutup kembali wanita yang tadi Anda telanjangi dengan pakaian dalamnya satu persatu. Ganti bahan pakaiannya dengan besi, dengan logam, dengan baja. lalu di las, sehingga tidak bsia dibuka lagi. Terus pasangi lagi dirinya dengan baju baja, dengan mantel baja atau bungkus seluruh tubuhnya dengan pakaian baja yang sangat tebal, sehingga tidak bisa Anda buka lagi he he…

Ide tambahan dari Pembaca yakni Sdr GUN:Kurang dikit mas krishna. Abis pake baju besi, baju besi ada gemboknya trus kuncinya dibuang hehehe….”

Ide pelengkap dari Wirawan Yogya: “Kuncinya dibuang ke dalam lautan yang dalam, pak krishna”

Sekarang wanita tersebut sudah menggunakan baju baja yang sangat kuat dan tidak bisa dibuka lagi… Siapapun tidak bisa membuka pakaiannya… Siapapun…

5. Setelah selesai, simpanlah film baru tersebut di video yang lama, sehingga video lama hilang karena tertindih oleh film yang baru ini, lalu beri judul: VIDEO PORNO WANITA BERMANTEL BAJA TEBAL he he…

6. Putar video baru ini, apakah langsung muncul wanita bermantel baja tebal? Jika ya, artinya Anda sukses memprogram ulang pikiran kotor Anda. Ini sebuah sukses besar, karena setelah ini akan ada banyak hal yang bisa Anda selesaikan dalam hidup “pikiran” Anda sendiri, bukan?

7. Maafkan diri Anda yang sedang duduk nonton tersebut. Terimalah dia sebagai manusia baru yang luar biasa. Lalu, tarik nafas yang dalam, kembalilah ke posisi Anda saat ini.

Semua orang sukses di dunia ini, pernah mengalami hal yang kotor

Dengan kotor, kita belajar bersih…

Karena salah, kita tahu yang benar.

Karena hitam, kita bisa melihat putih.

Di dalam gelap, kita mensyukuri terang.

Yang terpenting adalah berani keluar dari kotor, mencuci diri agar tetap bersih.

Meninggalkan hitam, untuk menikmati yang putih.

Keluar dari gelap, agar karya menjadi terang.

Walau berat, teruslah berjalan dalam terang.

Memang sulit, namun mungkin diwujudkan.

Karena hidup adalah perjuangan.

Untuk dimenangkan, bukan dikeluhkan…

Dan, repotnya Anda bisa sih untuk menang!

Jadi? Menanglah dan jadilah BESAR!

Dengan mengalami hitam dan putih, sesungguhnya dapat membuat kita menjadi lebih bijaksana… Saat kita berhenti menilai, saat kita stop menghakimi orang lain, saat kita berhenti menjadi TUHAN dalam kehidupan ini, maka kebijaksanaan ini akan membuat hidup lebih damai dan lebih indah…

Surabaya, Novotel, 23 Mai 2009

Krishnamurti yang terus berjuang untuk bersih…

Source: PortalNLP.com – Tip Praktis#68: Tutup lagi aja “Mencuci Pikiran Kotor yang Porno”

Like this article? Please share this article with others:

Ayat-ayat Cinta: A romantic Indonesian movie, beautifully executed

Ayat-ayat Cinta, film poster

Ayat-ayat Cinta is an Indonesian movie about Fahri, a college student at Al-Azhar Islamic University, and his shortly portrayed but fruitful adventures in life and love. Along the way he’ll meet several pretty and not-so-pretty girls Maria, Aisha, Nurul, and Noura; and what’ll happen? Let’s just say that I think this is really a must watch movie!

Unfortunately, I’m too lazy right now to write something original, so I’ll just let these nice guys (or gals? 😉 at The Jakarta Post do the job for me:

The main character, Fahri (Fedi Nuril), is believably sincere in a too-good-to-be-true manner, which unsurprisingly attracts not less than four women during his stay and study in Cairo, Egypt. They are his college mate Nurul (Melanie Putria), whose high-profile family makes Fahri feels inferior; Noura (Zaskia Adya Mecca), a hapless victim of domestic violence who turns against Fahri; Maria (Carissa Putri in a somewhat mind-bogging dubbed voice), his jovial neighbor; and Aisha (Rianti Cartwright), who Fahri meets in very unlikely circumstances.

These four greatly different women, each with their own desire to love and have Fahri, provide the film with a succession of grand events that verges on melodrama.

Of course, as a side note, criticizing a critic, like most so-called “movie reviews” do, that article also didn’t explain much about the story in the movie itself, as I think it’s the most interesting part of a movie review. Who doesn’t love stories?

Fahri, as it turned out… starts in the movie currently doing his thesis (or some sort of academic document, whatever). Then, his documents got corrupted. Luckily, he got some support from a cute girl named Maria, and (not very portrayed) his male friends. Let’s say that he doesn’t just get support, but also love, and you don’t have to watch the movie to guess that–I suppose.

Now, the problem is, Fahri happens to be a guy that’s too irrestible. Because of his willingness to help basically everybody, and sometimes Islamic idealism, he’s attracted several other girls: the girl he helped on the bus, Aisha; the girl he helped on the streets, Noura; and his female friend in college, Nurul. It’s a problem, indeed. Why? Because most of you guys would have a different problem: no girl. Fahri has a much more deeply rooted problem: Too many admirers, all of them women. Either way, it’s still a problem.

The problem gets worse after Fahri married just one of these girls, disappointed the other(s), got accused of raping one of the them, and then marrying another one of these girls in order to survive his crime charges!! What a convoluted plot. But I have to say it’s quite enjoyable for me, and I think you’ll like it too! 🙂

A little closing that will hopefully satisfy you movie critics rather than actual mortal readers: This is a beautifully orchestrated movie, from cinematics, picture, sound, actors, story, basically everything. Yet I do think that this movie is too unrealistic. It’s so out-of-the-world. I mean the setting, and the plot (it’s beautiful and weird at the same time,) and the actors and actresses. Come on, get some real foreign actors. Using Indonesian actors as a replacement for foreign people just doesn’t cut it, and makes me a bit annoyed. But that’s OK.

Another side note, is that I watched the movie in a near perfect setting, time, and I wasn’t late: I watched right from the very beginning to the credits. Although the cinema was extremely crowded, they unwittingly managed to get me the lucky seat, which is right in the middle center, and no seats in front of me, which means the only lip kissing I see is in the movie, not in front of me. Talk about maximum viewing pleasure! 🙂

Go watch this movie…

You may also want to view these links and materials related to Ayat-ayat Cinta:

P.S. My favorite quote in this movie? “Sabar dan Ikhlas. Itu adalah Islam!” (Patience and Sincerity. Those are what Islam is.)

Like this article? Please share this article with others: