Beberapa hari terakhir ini saya dapat kesempatan belajar bahasa Jepang. Berhubung alfabetnya beda, syarat dasarnya ya menghafal alfabet hiragana, alfabet katakana, dan beberapa kanji penting.

Meski baru tau dikit banget, tapi bagi saya hiragana dan katakana relatif mudah dipelajari. Kalau rajin latihan, mungkin dalam 1-3 bulan sudah lancar membaca dan menulis. Mengartikannya mah urusan lain hehe…

Yang jauh lebih sulit tentunya kanji, yang sampai sekarang saya belum nemu logikanya, dan cuma menghafal dengan imajinasi misal “nasi rantang dibungkus” (画), “manusia kepala tiga lari bawa tongkat” (像), dsb. Hehe

Kosakata dan grammar bahasa Jepang sendiri menurut saya cukup to the point dan relatif mudah dipelajari (given time and practice, of course). Hambatan utamanya kayanya di kanji.

Saya jadi mikir, tingkat mudah dan sulitnya bahasa itu kaya apa? Jadi pingin bandingin…

Hiragana ada 46 karakter. Katakana ada 48 karakter. Total 94 karakter yang wajib hafal. Harusnya sih to the point, tapi ada beberapa hal yang saya perhatikan. Pertama, semua vokal hiragana bentuknya agak kompleks (bagi pemula seperti saya), misalnya い (i) menurut saya lebih kompleks daripada し (shi), dua-duanya karakter yang sering dipakai. Kedua, ada karakter yang mirip banget, yaitu ソ (katakana “so” digores dari kanan) dan ン (katakana “n” digores dari bawah). Kalo di kaligrafi bisa dibaca per huruf, tapi kalo tulisannya kecil-kecil, kayanya harus lihat konteks katanya baru tau itu “so” atau “n”.

Plus kanji… yang totalnya bisa belasan ribu, tapi untuk keperluan umum di Jepang, “kayanya” 1000-2000 kanji udah cukup ya? (Maybe, just a guess)

Jadi menurut saya, Nihongo termasuk high difficulty… cuma “high” bukan “extreme” karena, masih ada yang lebih sulit lagi yaitu Chinese hehe.

Sebagai perbandingan, alfabet latin hanya 26 karakter kapital. Tapii ada variasi huruf kecil juga jadi total sekitar 40an karakter latin. Bahasanya sendiri bisa English atau Indonesia dan lain-lain. Menurut saya English itu medium difficulty dan Indonesian medium-high, karena di bahasa Indonesia lebih banyak imbuhan daripada bahasa Inggris.

Ada satu bahasa lagi yang ingin saya share, yaitu bahasa Arab yang digunakan dalam Al-Quran. Alfabet Arab hanya berjumlah 28 karakter, dan menurut saya nyaris tanpa variasi karena bentuk dalam sambungannya masih mirip aslinya. Tidak ada huruf kecil atau besar. Karakter yang paling sering ditemui yaitu a (ا) menulisnya juga paling mudah. Berbeda dengan bahasa lainnya yang menggunakan 5 vokal, Arab hanya mengenal 3 vokal, dan menulisnya pun mudah: a (اَ), i (اِ), u (اُ). Sebagian besar kosakata Arab yang artinya berhubungan berasal dari akar kata yang sama, misal كتب kataba (buku), مكتب maktab (meja), dan يكيب yaktab (menulis). Bahkan saking intuitifnya vokal ini, tulisan Arab informal dapat dibaca tanpa menuliskan vokal sama sekali. Jadi menulis Arab informal bisa lebih cepat dibanding latin atau alfabet lain.

Setelah belajar alfabet Arab, tingkat berikutnya adalah belajar ilmu tajwid. Setelah menguasai tajwid maka dapat membaca dan menulis bahasa Arab apa pun, termasuk membaca Al-Quran.

Saat di Keio University Shonan Fujisawa Campus saya bertemu Saeed Keisuka Todaさん, mualaf asli Nippon yang baru 4 tahun belajar Islam, tapi Arabnya (baik tulis maupun lisan) sudah jauh lebih lancar daripada saya, dan mungkin lebih lancar daripada sebagian dari yang baca. Menurut saya itu satu bukti mudahnya belajar membaca dan berbahasa Arab.

Berbeda dengan penulisan alfabetnya, struktur grammar dan sastra dalam bahasa Arab bertingkat dan dalam. Belajar bahasa sehari-hari Arab sama mudahnya dengan bahasa lain, tapi dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang mudah maupun ayat-ayat yang menggunakan tata bahasa sastra Arab yang tinggi.

Alhamdulillah untuk membaca Al-Quran yang diwajibkan untuk semua muslim, tetap menggunakan alfabet dan bahasa yang paling mudah dipelajari, dengan hanya 28 karakter dan 3 vokal.

إنشاء الله…
Bagi saya ini pembuktian untuk ayat berikut, jadi tunggu apalagi kita untuk belajar bahasa Arab dan mempelajari Al-Quran lebih dalam?

“Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.”
(QS. Maryam:97)

Disclosure: I may get a small commission if you buy certain products linked in this article. However, my opinions are my own and I only promote the products and services that I trust.

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish