Seorang sahabat mengingatkan saya dengan cara dia yang paling indah, hendaknya saya dapat membungkus rasa marah dengan penyampaian yang adem dan menyenangkan.

“Kalau mau marah, coba deh pakai cara yang menyenangkan: jangan gitu yaa kalo kamu gitu terus nanti aku marah lho… nah sambil senyum manis deh, pasti jadi senang” gitu katanya.

Benar sekali pesan dia, yang aku sering, sering sekali lupa. Maaf ya 🙁 Dan memang hadits berikut, menegaskan (berkali-kali malah) pentingnya menjaga perasaan orang lain bahkan saat kita hendak marah:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya salah seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
 

ﺃﻭﺻﻨﻰ ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺗﻐﻀﺐ ﻓﺮﺩﺩ ﻣﺮﺍﺭﺍً ﻗﺎﻝﻻ
ﺗﻐﻀﺐ .ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ

“Berilah wasiat kepadaku” Nabi bersabda: ’Jangan marah.’
Maka beliau mengulang berkali-kali: ‘Jangan marah.’

(HR. al-Bukhari rahimahullah, hadits Arba’in no. 16)

Terima kasih ya, sahabatku. 🙂

Disclosure: I may get a small commission if you buy certain products linked in this article. However, my opinions are my own and I only promote the products and services that I trust.

en_USEnglish
id_IDIndonesian en_USEnglish